Opera Sabun Cicak Vs Buaya


Tayangan berita tentang perseteruan cicak vs buaya di televisi berkembang sedemikian rupa sehingga mirip kisah opera sabun. Beginilah corak berita di era hiburan seperti sekarang. Di luar soal itu, ini pulalah era di mana proses konstruksi demokrasi bisa langsung diakses oleh publik secara bebas. Televisi membuktikan dirinya sebagai agen yang menyebarkan nilai-nilai itu, tanpa prosedur birokrasi yang rumit. Di situ mereka patut mendapat apresiasi.

Kisah cicak vs buaya dan yang terkait dengannya memang nyaris memenuhi semua unsur opera sabun. Di sana ada tokoh protagonis dan antagonis, konspirasi, perselingkuhan, drama, dan air mata. Kisah ini juga memiliki ending yang selalu terbuka dan penuh kejutan. Baru saja publik dikejutkan dengan terkuaknya rekaman percakapan Anggodo yang diduga ”mengatur” proses hukum, publik diberikan kejutan berikutnya: polisi membeberkan dugaan pemerasan oleh pimpinan KPK.Publik ternganga lagi saat Ary Muladi membantah keterangan polisi bahwa dirinya pernah bertemu dan memberikan uang suap kepada Chandra Hamzah dan Bibit Samad Rianto.Tak berselang lama, kita dikejutkan kesaksian Wiliardi Wizar yang mengatakan bahwa keterangannya dalam berita acara pemeriksaan kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen dikondisikan polisi agar bisa menjerat Antasari Azhar.

Seolah melakukan ”pembalasan” jaksa lalu membeber ”adegan panas” Antasari dengan Rani Juliani, istri Nasrudin di sebuah hotel.Semua bagian kisah ini ditayangkan televisi setiap hari. Tidak hanya itu, kasus ini juga dikupas habis atau dibantah habis dalam talk show yang menghadirkan semua pihak terkait, mulai polisi, KPK, jaksa, tersangka, pengamat, anggota DPR, hingga makelar kasus. Anggodo, misalnya, tampil di tvOne untuk membantah isi rekaman percakapannya yang dibuka oleh Mahkamah Konstitusi. Edi Soemarsono muncul di MetroTV untuk membantah pernyataan Anggodo. Adegan saling bantah terkait kasus ini begitu serunya sampai-sampai seorang pengacara dan seorang anggota DPR nyaris baku jotos di acara talk show yang ditayangkan secara langsung oleh tvOne.

Episode demi episode dalam kisah cicak vs buaya ini memang tidak kalah menarik dibandingkan dengan kisah opera sabun yang sebenarnya. Apalagi televisi mengemas berita sebagai sebuah drama. Dan, di televisi Indonesia, drama identik dengan air mata. Karena itu, jangan heran jika televisi mengekspose habis gambar Susno Duadji yang bersumpah tidak menerima suap dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca.TontonanManajer Produksi Berita MetroTV Dadi Sumaatmadja mengatakan, berita televisi pada dasarnya perpaduan antara isi dan drama. Dalam kasus cicak vs buaya, keduanya terpenuhi dengan sempurna sehingga mampu menyedot perhatian pemirsa. Implikasinya secara bisnis, rating program berita MetroTV pun meningkat mencapai 5. Direktur News and Sport tvOne Karni Ilyas juga mengatakan, rating beberapa program berita dan talk show tvOne meningkat tajam selama membahas kasus ini. ”Waktu Anggodo memberikan klarifikasi di studio kami, rating tvOne mencapai 4,” katanya.

Sutradara film dan budayawan Garin Nugroho mengatakan, corak berita yang alurnya mirip opera sabun ini memang menarik. Namun, jika cerita ini tidak juga ada ujungnya, pemirsa lama-lama jenuh, muak, dan akhirnya tidak percaya pada semua informasi yang dibeberkan televisi. Saat ini, lanjut Garin, pemirsa sedang menunggu turunnya tokoh utama yang akan mengakhiri konflik cicak vs buaya. ”Tokoh utama yang diharapkan masyarakat bisa menegakkan keadilan dan kebenaran ini tidak lain presiden. Tanpa tokoh utama, kisah ini akan menjadi tontonan belaka,” katanya. Pengamat komunikasi Idi Subandy Ibrahim menambahkan, apa yang ditampilkan televisi tentang konflik KPK vs Polri ini ada baiknya. Setidaknya masyarakat tahu apa yang terjadi pada peri- laku aparat kita. Kejahatan di televisi dibuka secara amat telanjang.

Sumber : Kompas


3 thoughts on “Opera Sabun Cicak Vs Buaya

  1. Mas mas sekalian, sebelumnya salam kenal dari saya, aku lholhox…. Dan untuk menanggapi Cicak Vs Buaya itu kita tunggu aja episode selanjutnya…. Kita tunggu saja alur ceritanya yang mungkin akan di beberkan….

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s