Kasus Bibit Dan Candra Adalah “Puncak Gunung ES”


Tim Delapan menilai kasus dugaan penyuapan, pemerasan, dan penyalahgunaan wewenang yang dituduhkan kepada pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nonaktif, Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah, dari bangunan penegakan hukum yang tengah bobrok.

Walau demikian, mencuatnya kasus ini bisa menjadi momentum besar untuk reformasi hukum di Indonesia. Anggota Tim Delapan, Todung Mulya Lubis, mengatakan bahwa tim yang dibentuk oleh Presiden pada Senin (2/11) bertujuan untuk menyelamatkan gerakan pemberantasan korupsi di Indonesia dengan menyelesaikan kasus Bibit dan Chandra secara adil dan sesuai dengan proses hukum yang berlaku.

“Saya percaya, Presiden akan mencermati isi laporan dan rekomendasi kita. Saya juga yakin, Presiden akan melihat bahwa ini hanya puncak gunung es. Masih ada hal-hal lain yang belum diketahui,” ujarnya.Todung mencontohkan, soal makelar kasus yang mereka temukan sangat kental pengaruhnya dalam kasus Bibit dan Chandra. Menurutnya, persoalan makelar kasus belum pernah tersentuh selama ini. Contoh lainnya adalah soal reformasi institusional berbagai lembaga penegak hukum, seperti kepolisian, kejaksaan, KPK, dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

“Kemudian, bagaimana pemantauan dan monitoring penyelesaian kasus-kasus korupsi dan penegakan hukum bisa kita lakukan,” lanjutnya.

KOMPAS.com Caroline Damanik


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s