Optimis Dimasa Krisis


Tak ada kesulitan yang tak bisa dilewati. Itu prinsip hidup yang selamanya mesti dipegang. Percayalah, meski harus berjalan tertatih-tatih, persoalan Anda akan menemui titik terang jika melakukan beberapa hal di bawah ini:

Berpikir dengan Hati
Perusahaan Anda terancam bangkrut dan Anda pun di ambang PHK. Seorang teman yang sudah lebih dulu di-PHK meminta Anda untuk meminjamkan uang untuk memulai bisnis. Apa yang Anda lakukan? Umumnya, jika menghitung keseimbangan neraca tabungan dan kebutuhan sehari-hari, di tengah ancaman PHK seperti itu, tentu Anda akan berkata tidak.

Namun, cobalah ubah sikap Anda dengan berkata “ya”. Jika teman Anda memang punya rencana bisnis yang jelas, dan feasible mengapa tidak mencoba meminjamkan sedikit uang padanya, atau menjadi partner bisnisnya? Sebab, bukan hal yang tidak mungkin, ketika kita mendahulukan kepentingan orang lain atau berbuat sesuatu demi kebaikan dan kebahagiaan orang lain, kebaikan itu akan kembali kepada kita berlipat-lipat jumlahnya. Jadi, meskipun sedang berada dalam kondisi yang sama-sama sulit, jangan ragu mengulurkan bantuan untuk orang lain. Berpikirlah dengan hati, jangan dengan kalkulator saja.

Memegang Prinsip
Ada ujar-ujar, “Jika kita tidak punya prinsip, kita tidak punya apa-apa”. Namun, di masa krisis, kita perlu memiliki pertimbangan lebih bijak. Katakanlah, Anda memiliki patokan ideal tentang pekerjaan yang Anda inginkan. Misalnya, perusahaan yang menawarkan fasilitas nomor satu, standar gaji tinggi, dan tawaran lainnya. Pada kondisi “normal”, ketika tersedia banyak pilihan, Anda mungkin bisa lebih “jual mahal” menghadapi tawaran yang kurang memenuhi harapan ideal Anda. Tapi di masa krisis, tak ada salahnya menurunkan standar. Tak apalah gaji sama atau sedikit bahkan lebih rendah dari pekerjaan terakhir Anda. Toh, bila keadaan kembali normal, Anda bisa berburu pekerjaan lain yang lebih baik. Tentu saja ada prinsip yang tidak bisa diganggu gugat. Misalnya, bila Anda tahu bahwa visi dan misi perusahaan tidak sejalan dengan hati nurani dan keyakinan. Anda tidak bisa mengorbankan prinsip dan harga diri, hanya demi uang.

Tetap Kreatif
Kreativitas sangat diperlukan, terlebih di masa sulit. Buka mata dan telinga. Lihatlah apa yang terjadi di sekitar Anda atau di luar sana. Cari tahu apa yang tengah digemari atau menjadi pembicaraan hangat di lingkup pergaulan. Mana tahu Anda bisa menemukan lahan bisnis baru. Manfaatkan semaksimal mungkin waktu luang Anda untuk kegiatan-kegiatan kreatif yang menyenangkan dan bermanfaat secara finansial. Think outside of the box. Kalau “kepepet” pasti kita bisa menemukan kekuatan dalam diri untuk bertahan.

Bergembira
Menjalani masa sulit bukan berarti Anda harus murung. Kerjakanlah hal-hal yang menjadi hobi Anda. Bahagiakan orang-orang di sekitar Anda, maka semangat dan keteguhan akan datang dengan sendirinya. Saat menganggur, Anda dapat mengeksplorasi hobi lama Anda yang tidak memakan biaya, seperti menulis, misalnya. Banyak “korban krisis” di Amerika dan Eropa yang menemukan bahwa mereka ternyata lebih bahagia setelah tidak lagi memiliki pekerjaan karena mereka bisa mulai menulis, memasak, mengerjakan berbagai hal yang menjadi hobi mereka. Begitu banyaknya para “pengangguran bahagia” ini sampai-sampai ada kosakata baru dalam Bahasa Inggris untuk mereka, yakni “funemployed”. Meski menganggur, bukan berarti tidak bahagia.

Menjaga Hubungan
Masa-masa yang sulit akan menjadi mudah jika kita menjalaninya bersama teman dan keluarga. Anda harus yakin bahwa Anda selalu punya teman-teman untuk mendukung dan menemani. Meskipun sedang susah, janganlah menarik diri. Rajin-rajinlah menyapa dan menawarkan bantuan tanpa pamrih kepada keluarga dan teman-teman, karena merekalah yang di penghujung hari selalu bisa diandalkan.

Selalu Bersyukur
Semua tips di atas tidak akan berguna jika kita tidak bersyukur. Apa pun yang Anda miliki atau tidak miliki, sekarang ini patut Anda syukuri sebagai sesuatu yang telah Anda usahakan dengan berani. Lebih penting lagi, sebagai sesuatu yang diberikan Tuhan kepada kita. Jadi, tidak ada alasan lagi untuk bersusah hati, kan? Maka mulailah bertindak!

(Sakdiyah Ma’ruf/Majalah Chic)

Sumber : CHIC


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s