Kritis Demi Hidup Lebih Baik


Sejumlah band hadir memanaskan situasi politik yang terjadi pada masanya. Mereka mengkritisi keadaan demi mencapai kehidupan yang lebih baik. Kegagalan Reaganomic dan kekalahan Amerika Serikat dalam Perang Vietnam pada 1980-an turut memanaskan suhu dunia musik rock pada saat itu. Band-band punk gelombang kedua (1980-1984), seperti Crass, Conflict, dan Discharge dari Inggris, The Ex dan BGK dari Belanda, MDC dan Dead Kennedys dari Amerika telah mengubah kaum punk menjadi pemendam jiwa pemberontak daripada sekadar pemuja rock n roll.

Ideologi politik anarkisme yang pernah diusung oleh band-band punk gelombang pertama (1972-1978), antara lain Sex Pistols dan The Clash, dipandang sebagai satu-satunya pilihan bagi mereka yang sudah kehilangan kepercayaan terhadap otoritas negara, masyarakat, maupun industri musik. Sedangkan di Indonesia beberapa band berideologi politik yang cukup populer antara lain Marjinal, Bunga Hitam, dsb.

“Kita gunakan media visual, lewat poster dari cukil kayu, baliho dan lukisan yang menggugah kesadaran generasi muda, untuk melawan sistem fasis yang diusung Orde Baru. Selain melakukan diskusi, penerbitan newslette, dan aksi turun ke jalan. “Kita secara kebetulan bisa bermain musik. Walaupun hanya dengan modal gitar dan jurus tiga kunci, kita bermain musik, menciptakan lagu sendiri yang berangkat dari kenyataan hidup sehari-hari,” Jelas Bob OI, seorang personel band Marjinal.

Psikolog brilian asal Rusia, Pavel Semenov, menyimpulkan bahwa manusia memuaskan kelaparannya akan pengetahuan dengan dua cara. Pertama, melakukan penelitian terhadap lingkungannya dan mengatur hasil penelitian tersebut secara rasional (sains). Kedua, mengatur ulang lingkungan terdekatnya dengan tujuan membuat sesuatu yang baru (seni).

Berikut band-band yang berhaluan politik yang sempat popular pada eranya masing-masing: Crass Band ini dibentuk pada 1977, di sekitar lingkungan Dial House, sebuah komunitas terbuka dekat Epping, kota Essex, di Inggris. Dengan adanya lagu-lagu dari Sex Pistols, anarkisme menjadi candaan tentang kesadaran diri yang nihilis, namun Crass berdiri untuk berhubungan langsung dengan kaum pembebasan sosialis dan menjadi sebuah variasi komunal pemikiran politik pada abad ke-20.

Dengan membawa manifesto dari punk, Do It Yourself, Crass menyatukan kegunaan dari lagu-lagu, film, suara-suara kolase, gambar-gambar dan pergerakan subversi untuk menghadirkan kritikan yang inovatif dan berkelanjutan melawan semua yang mereka pandang sebagai budaya yang dibangun dengan landasan dari peperangan, kekerasan, sexisme, kemunafikan agama dan konsumerisme yang berlebihan. Mereka juga melawan bersama para orang-orang anarko-pasifis yang menjadi sebuah gerakan yang besar di lingkungan musik punk.

Dead Kennedys adalah band punk rock dari San Francisco, California. Mereka menyerang semua asumsi dari pergerakan politis kiri maupun kanan dengan humor. Musik mereka mencampur lebih banyak dari elemen-elemen musik eksperimental dari musik punk Inggris dengan energi dari punk Amerika. Vokalis dari Dead Kennedys, Jello Biafra, juga bertanggung jawab untuk mengeluarkan banyak rilisan dari band-band punk dan band-band alternatif lain melalui label rekaman Alternative Tentacles.

Sejumlah elemen lirik Dead Kennedys lainnya termasuk taktik-taktik militer yang mengejutkan, seperti pembunuhan imajiner di lagu Holiday In Cambodia dan Chemical Warfare. Bagaimanapun juga, tak seperti band-band punk dan hardcore lainnya yang bermain dengan tema-tema sama, Dead Kennedys biasanya memiliki pandangan lebih jelas akan lirik-lirik lagu mereka. Jello Biafra meneruskan dirinya sebagai seorang kritikus terpandang akan berbagai kebijakan politik Amerika. Dia melakukan kuliah-kuliah politik di berbagai tempat baik sesudah maupun selama dia masih bersama Dead Kenneys.

InilahDotCom


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s