Tidak Orgasme Saat ML?


Banyak masalah seputar seks yang agak riskan diungkapkan oleh perempuan. Rasa segan bahkan takut menjadi penyebab mengapa perempuan cenderung malu untuk bertanya soal hubungan intim kepada pasangannya. Ada beberapa pertanyaan umum yang biasanya selalu ditanyakan oleh kaum perempuan saat berhubungan intim.

Misalnya saja:
1. Mengapa ada keinginan berkemih aat ML?

Keinginan ini menurut Dr Julianda Lee, ahli obstetrik dan ginekolog di Pasicif Specialit Practise, Singapore, adalah lebih disebabkan karena bagian paling sensitif dari kandung kemih yaitu the trigone sangat dekat dengan dinding luar vagina, sehingga rangsangan yang dialami selama penetrasi akan menimbulkan sensasi ingin buang air kecil.

Solusi: Jika Anda sering mengalami hal ini dan merasa terganggu, lebih baik buang air kecil dulu sebelum ML.

2. Apakah vagina melebar setelah melahirkan? Apakah suami bisa merasakannya? Ya.

Lelaki bisa merasakannya, namun mereka harus menyesuaikan diri dengan perubahan itu. Tetapi yang paling penting adalah kekuatan otot panggul yang menahan organ reproduksi, seperti; vagina dan rahim.

Solusi: Lakukan senam panggul atau senam kegel. Tanyakan pada ginekolog cara tepat untuk melakukannya. Latihan ini akan mengecangkan kembali otot-otot panggul. Otot yang kencang akan membuat kontraksi ketika orgasme lebih kuat, sehingga secara otomatis kenikmatan akan terasa lebih lama.

3. Jika pasangan berejakulasi, mengapa harus menunggu berapa saat untuk mulai berhubungan seks lagi?

Seorang lelaki yang sehat secara fisik, mampu berejakulasi setiap 1530 menit, namun jumlah sperma yang dikeluarkan untuk ejakulasi kedua dan seterusnya lebih sedikit, dan intesitas kepuasan pun tidak akan sama seperti saat ejakulasi pertama. Menurut Dr Damian Png, seorang ahli urologi, seks adalah aktivitas yang melelahkan fisik dan psikis. Jadi umumnya kebanyakan lelaki hanya mampu melakukan sekali sehari.

Solusi: Tidak masalah jika suami merasa dapat melakukannya lebih dari sekali. Namun Anda mungkin harus lebih sabar dan memberi rangsangan lebih intens.

4. Apakah normal jika perempuan mencapai orgasme dengan masturbasi? Normal.

Ini diuraikan oleh Dr Julianda Lee, ahli obstetrik dan ginekologi di Pasicif Specialit Practise, bahwa sebagian besar perempuan bisa mencapai orgasme ketika klitorisnya mendapatkan rangsangan, dan sangat mudah dilakukan ketika bermasturbasi.

Solusi: Tidak masalah apa yang Anda lakukan, asalkan aman dan mencapai orgasme. Namun jika Anda ingin mendapatkan orgasme ketika sedang berhubungan seks, lebih baik Anda mencoba posisi yang lebih memusatkan rangsangan pada klitoris atau disebut CAT (Coital Alignment Tecnique).

5. Apakah normal perempuan tidak mencapai orgasme ketika ML? Bagaimana cara mencapai orgasme?

Jika tidak bisa berogasme sangat disayangkan. Hal ini bisa disebut kelainan primary orgasmic. Anda yang mengalami hal ini, harus menanyakan kepada ginekolog untuk mengecek gangguan kesehatan yang mengganggu kemampuan mencapai orgasme. Orgasme didapat ketika Anda merasa nyaman ML, baik fisik atau mental. Selain sehat secara jasmani, Anda juga harus intropeksi diri, tentang cara pandang terhadap seks. Apakah Anda nyaman dengan aktivitas seksual Anda, malu, atau ketakutan? Dan jawabannya dari pertanyaan ini akan mempengaruhi perilaku ketika Anda melakukan hubungan seks.

Solusi: Cek kesehatan Anda terutama yang berhubungan dengan area genital untuk mengetahui apakah ada gangguan kesehatan yang menghambat orgasme. Dan kunjungi psikolog jika Anda merasa pola pandang terhadap seks membuat Anda tidak nyaman.

InilahDotCom


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s