Banyak Perempuan Ingin Di Foto Bugil


Tak sedikit orang awam -dalam hal ini perempuan- yang ternyata sangat ingin bereksperimen dengan fisiknya. Merasa dikaruniai tubuh yang molek, nyaris sempurna, lengkap dengan lekuk seksi menurut persepsinya, mereka lantas mendatangi fotografer untuk meminta difoto telanjang. Niatnya sederhana saja, sebagai koleksi pribadi, kenangan akan tubuh indah yang hanya akan dimiliki sekali saja saat muda. ”Hal itu wajar saja. Ada fase dimana perempuan memang ingin dihargai dan diabadikan keindahan tubuhnya, ” tutur Budi Ismail, seorang fotografer profesional.

Budi mengatakan tidak pernah menawarkan foto nude. Rata-rata perempuanlah yang datang langsung dan meminta difoto untuk koleksi pribadi. Hal yang sama diungkapkan Insan, fotografer freelance, yang mengaku beberapa kali mengambil gambar perempuan tanpa busana melalui viewfinder kameranya. Namun meskipun tawaran itu justru datang dari sang model, Insan merasa perlu berhati-hati saat melakukan sesi pemotretan semacam ini.

Maklum saja, masyarakat memiliki penafsiran yang berbeda-beda ketika melihat foto perempuan tanpa busana. Karena itu, tidak semua individu lantas terpancing gairahnya ketika melihat foto perempuan yang tidak mengenakan sehelai benang pun untuk menutupi tubuhnya. Fotografer juga perlu melihat model perempuan tanpa busana sebagai subyek, dan bukan obyek. Untuk itu, konsep foto perlu dibicarakan bersama, dan tentu saja disepakati oleh sang fotografer maupun modelnya.

“Harus selalu ada komunikasi tentang bagaimana proses pembuatan foto dan hasil yang diinginkan,” lanjut pria yang pernah berkarya di sejumlah media cetak ini. Sedangkan bagi Budi, yang lebih penting adalah kedekatan emosional antara dirinya dan sang model. ”Apalagi kalau permintaan foto itu datang dari perempuan biasa. Semua perempuan kan ingin diperlakukan sebagai wanita baik-baik,” jelas Budi, yang karena kesibukannya belum pernah menyanggupi untuk menerima tawaran project foto nude.

Foto nude sebaiknya juga tidak menampakkan wajah si model secara langsung, karena seringkali tidak ada perjanjian hitam di atas putih untuk pemotretan itu. Sebagai fotografer, Budi tidak bisa menjamin kalau suatu saat foto itu tidak akan bocor. “Karena sebaik apa pun kita menyimpan di perangkat teknologi kita, tidak ada yang tahu apakah foto itu bisa bocor atau tidak,” papar Budi, yang pertama kali melakukan sesi pemotretan nude untuk tugas kuliahnya. Kerahasiaan dan kepercayaan juga menjadi kunci utama Insan dalam bekerja.

Hasil foto yang kemudian dicetak dan tersimpan dalam media apa pun, CD atau memory card, harus dimusnahkan. Laboratorium tempat mencetak foto pun harus rekanan yang sangat bisa dipercaya, dan bisa menjamin data akan dihapus begitu hasil cetakan keluar. Jika tidak memenuhi satu saja unsur-unsur tadi, baik model dan fotografer seharusnya tidak ceroboh mengambil gambar foto bugil.

KompasDotCom


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s