Ciri Ciri Pasangan Yang Hyper Sex



Figure Ciri Ciri Pasangan Yang Hyper Sex

Hiperseks merupakan salah satu gangguan seksual yang membuat penderitanya memiliki kecenderungan untuk melakukan aktivitas seksual secara berlebihan. Salah satu tandanya yakni jika ia memiliki dorongan seksual yang tidak bisa dikontrol.

Psikiater dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, Natalia Widiasih mengatakan, gangguan ini bisa dialami oleh pria maupun wanita. Pada pria, kondisinya disebut satryasis, sedangkan pada wanita disebut nymphomania.

“Pada orang yang hiperseks, meskipun sudah memiliki pasangan, biasanya mereka akan melakukan hubungan seksual kepada siapa saja, dan melakukan hal itu tanpa melibatkan perasaan,” ungkap Natalia dalam acara seminar media yang digelar PT Abbott Indonesia dan Seksi Bipolar Perhimpunan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Indoensia (PDSKJI) di Jakarta, Rabu (19/8).

“Orang yang hiperseks juga kecanduan film-film dewasa, dan sering ada dorongan berlebihan untuk melakukan masturbasi,” lanjutnya.

Pada orang dengan gangguan bipolar, peningkatan libido atau dorongan gairah seksual juga kerap terjadi, terutama pada fase manik atau kambuh. Bedanya, hiperseks pada gangguan bipolar akan hilang setelah orang tersebut memasuki fase remisi atau kekambuhannya mulai berhenti.

“Saat mengalami peningkatan libido, orang dengan bipolar bisa melakukan hubungan seksual dengan siapa saja, bahkan dengan orang yang baru dikenalnya. Namun saat tersadar, mereka akan merasa malu dan sedih. Inilah yang kemudian mengakibatkan orang tersebut depresi, bahkan ada yang sampai bunuh diri,” ujarnya.

Berikut beberapa ciri-ciri pria atau wanita yang hypersex yang kami rangkum dalam berbagai sumber :

Hypersex pada pria

  • Disebut satyriasis, disebabkan faktor fisik maupun psikis. Dari aspek fisik, salah satunya, peradangan di saluran kemih yang merangsang kerja saluran tersebut sedemikian rupa hingga individu bersangkutan terkesan “haus” untuk selalu berintim-intim. Penyebab peradangan ini harus segera ditemukan agar bisa dipastikan upaya penyembuhannya. Soalnya, bila tak segera diobati, dikhawatirkan peradangan tersebut akan meluas menjadi peradangan di buah zakar. Tentu saja peradangan pada “pabrik” sperma ini akan berpengaruh pada hubungan seksual, di antaranya mengganggu produksi hormon testosteron. 
  • Sementara aspek psikis bisa berupa ketidaknyamanan dalam diri yang membuat kebutuhan akan kedekatan dengan pasangan meningkat tajam. Tak tertutup kemungkinan ia menderita konsep diri yang sangat rendah hingga khawatir tak mendapat perhatian dari pasangan. Untuk menutupi perasaan tak amannya, ia lantas berusaha keras menunjukkan keperkasaan di ranjang sebagai satu-satunya kelebihan yang ia miliki. Atau sebaliknya, membangun “pertahanan” dengan kecurigaan berlebih, semisal mencurigai pasangan ada main dengan orang lain, tapi ia tetap menuntut aktivitas berintim-intim lebih sering dari biasanya. 
  • Penyebab lain, aktivitas berintim-intim dijadikan satu-satunya cara berkomunikasi karena merasa tak mampu membuka diri atau menjalin komunikasi dengan baik. Bisa pula karena terbiasa memanfaatkan aktivitas berintim-intim sebagai sarana pelepas ketegangan, seperti yang kerap terjadi pada pekerja-pekerja yang bidang pekerjaannya dirasa memiliki tingkat stres amat tinggi. Atau, lantaran tak terpenuhinya keinginan atau harapan seksual yang bersangkutan. 

Hypersex pada wanita

  • Disebut nymphomania, disebabkan sepenuhnya oleh faktor psikis. Salah satunya berakar pada penyimpangan sewaktu usia balita sampai remaja, semisal menyaksikan bagaimana ibunya kerap dipukuli atau disiksa ayahnya. Berbekal pengalaman buruk inilah, semasa dewasa ia merasa butuh pendamping yang berbeda atau lebih baik dari ayahnya. Namun dalam pencarian itu, ia tak bisa menemukan nilai-nilai kebaikan pada satu orang, hingga bergaullah ia dengan banyak orang untuk mencari dan terus mencari orang yang dirasa pas. 
  • Padahal, pria yang diidamkan takkan pernah kunjung datang. Bukankah untuk menemukan orang yang sama persis atau malah bertolak belakang sungguh tak mudah? Selalu akan ada saja satu atau dua pria yang memenuhi kriteria fisik, tapi kepribadiannya meragukan. Atau secara aspek kepribadian cocok, tapi aspek lain tak cocok. Ketidakcocokan ini menimbulkan sederet ketidakpuasan yang mendorongnya mencari dan terus mencari, hingga akhirnya membentuk semacam kebiasaan pada tubuh. 

Celakanya, kalau ia sudah terpengaruh atau minimal mengenal hubungan seks, kebiasaannya untuk berganti-ganti pasangan makin membuatnya nyandu atau ketagihan seks. Sama halnya dengan kebiasaan merokok yang bisa menyebabkan ketagihan. Bukan semata-mata karena nikotin, melainkan pola kebiasaan itu sendiri. Hingga, kala harus berhenti merokok akan sulit sekali dilakukan. Minimal ia akan tetap pegang rokok meski tak diisap, atau tetap diisap tanpa harus dinyalakan. Bisa pula hubungan seks ini dipakai sebagai senjata untuk “memancing” pria yang semula dianggapnya sebagai pria idaman. Hingga bisa dikatakan, dorongan seks yang berlebihan sebetulnya merupakan pemuasan kejiwaan belaka.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s